Pertaruhan Sebuah Reputasi | Umbul-umbul Digital Printing Kain Termurah di Jakarta
0

Pertaruhan Sebuah Reputasi

Menjalani profesi apapun jenisnya tak akan lepas dari rasa percaya orang lain kepada kita. Terlebih lagi bagi penyedia jasa baik yang menawarkan barang atau jasa secara online ataupun offline.
   Kadang seseorang terlena dengan manisnya mendapatkan uang dengan tanpa mengerjakan apapun alias menipu, tanpa tanpa memikirkan reputasinya.
   Mungkin bagi seseorang  tak terlalu berasa imbasnya secara financial, namun secara psikologis siapapun kita pasti akan marah jika ditipu sebab penipuan adalah bentuk penghianatan yang sangat jelas. Dari itulah maka bekerja dan menjalani profesi apapun dengan akal sehat dan nurani adalah syarat mutlak yang bisa mengantatarkan kita pada titik kesuksesan tertinggi. Ketika kita menjalani profesi dengan sungguh-sungguh dan jujur maka itu berarti bahwa kita mampu membangun reputasi yang bagus dan pada gilirannya nanti ketika kita punya reputasi yang baik dimata orang atau customer kita maka tentunya kesuksesan akan dapat kita raih, sebab semua orang akan memeriksa reputasi kita sebelum memberikan kita kesempatan untuk bekerjasama. Ini berlaku di dunia online maupun offline dan di bidang apapun. Bahkan di dunia online lebih kejam sebab reputasi seseorang bisa jatuh karena kesalah pahaman tanpa bisa kita membela sedikitpun. Jika sudah demikian maka jangan berharap customer akan balik lagi
  Di dunia kerja online, reputasi seseorang terpampang jelas di halaman profile baik di web, blog, atau media sosial, siapapun yang hendak melihatnya dapat melakukannya kapanpun. Ketika profil sesorang nampak tidak jelas atau selalu berubah maka patut dipertanyakan jati diri orang tersebut. Jangan lupa pula untuk membaca komentar supaya kita tau seberapa serius seseorang menjalani profesinya
  Bekerja secara profesional, membangun reputasi dan meningkatkan kwalitas diri serta hargai orang lain. Siapapun dan kapanpun !! itu adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan. Selanjutnya mengenai reputasi tadi kita serahkan pada siapapun yang menilai secara objektif

Demikian dari saya semoga bermanfaat



0 komentar: